Jenis Sambungan Las ( part III)

September 20, 2011 in Teknik Sipil dan Teknik Pengelasan by bengkel las semarang

  • Jenis Sambungan Las-T

(1)          Sambungan-T dengan las siku

Sambungan-T dapat digunakan tebal pelat lebih besar dari 12 mm. Banyaknya lasan bergantung pada tebal pelat dan kekuatan yang diperlukan. Umunya pada pelat-pelat tebal diperlukan pengelasan dari 2 sisi.

(2)          Sambungan-T dengan alur V-miring tunggal

Sambungan ini lebih kuat terhadap beban tekan yang besar dibanding sambungan-T dengan las rusuk. Dapat dipakai pada pelat dengan ketebalan 10 mm – 16 mm.

(3)          Las-T dengan alur V-miring ganda

Sambungan ini lebih kuat daripada sambungan-T dengan alur V-miring tunggal, sangat baik untuk menahan beban sedang dengan ketebalan pelat 12 mm – 25 mm.

(4)          Las-T dengan alur J-tunggal

Dipakai untuk beban tekan yang lebih besar daripada las rusuk, tetapi tidak untuk mengganti sambungan dengan las-T dengan alur V-miring ganda. Sambungan ini digunakan untuk ketebalan pelat 25 mm atau lebih.

(5)          Las-T dengan alur J-ganda

Digunakan untuk menahan beban kejut dengan ketebalan pelat 30 mm atau lebih.

  • Sambungan sudut

Sambungan sudut dapat dibuat dengan tiga cara, yaitu:

(1)          Sambungan sudut rapat

Sambungan ini banyak dijumpai pada konstruksi-konstruksi dengan bahan dasar pelat tipis ± 3 mm. Pada tebal pelat 3 mm – 5 mm perembesan dapat dicapai sempurna bilas dilas dari dua sisi.

(2)          Sambungan sudut setengah terbuka

Sambungan sudut setengah terbuka dapat digunakan pada tebal pelat 4 mm – 6 mm. Sambungan ini lebih tahan dibanding ikatan rapat, tetapi tidak disarankan untuk menerima gaya bending.

  • (3)          Sambungan sudut terbuka

Ketebalan pelat 6 mm – 25 mm memungkinkan dengan cara seperti ini. Perembesan bahan pengisian pada pelat-pelat yang disambung juga mudah dicapai.

  • Sambungan tepi

Sambungan ini hanya cocok untuk tebal pelat kurang dari 3 mm. Perembesan yang sempurna tidak mungkin dapat dicapai. Sambungan ini hanya digunakan untuk menahan beban kecil dan tidak digunakan untuk tegangan yang besar.

 

  • Sambungan flens

Sambungan ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dilas pada satu sisi atau dilas pada kedua sisi, untuk ketebalan pelat lebih dari 3 mm. Sambungan ini lebih kuat dibanding cara sambungan tumpang atau sambungan sudut biasa.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Share